BNews, Buntok- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel), kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan ekstrem selama 20 hari, terhitung mulai 3 hingga 22 November 2026.
Perpanjangan tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilakukan Pemkab Barsel menyusul kondisi kebakaran dan kekeringan yang masih membutuhkan penanganan serius di wilayah Kabupaten Barito Selatan.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Barsel, Yoga P. Utomo, yang didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Agus In’ Yulius, mengatakan keputusan perpanjangan status tanggap darurat diambil berdasarkan hasil kaji cepat dan rekomendasi rapat evaluasi yang dilaksanakan pada Jumat (06/11/2026).
“Perpanjangan status tanggap darurat ini kita lakukan setelah melakukan kaji cepat di lapangan dan rapat evaluasi bersama seluruh pihak terkait. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa potensi kebakaran lahan dan kekeringan masih cukup tinggi, sehingga penanganan harus terus dilakukan secara maksimal,” ujar Yoga P. Utomo.
Menurutnya, dengan diperpanjangnya status tanggap darurat, Pemerintah Daerah dapat lebih leluasa dalam mengerahkan personel, peralatan, logistik, serta anggaran untuk upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di seluruh kecamatan.
Selain itu, status tanggap darurat juga mempermudah koordinasi lintas sektor, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas terkait, pemerintah kecamatan dan desa, hingga masyarakat peduli api, agar bergerak cepat dan terpadu dalam menangani setiap titik api yang muncul.
Sementara itu Kepala BPBD Barsel, Agus In’ Yulius, menambahkan bahwa tim gabungan di lapangan terus melakukan patroli terpadu, pemadaman, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan ekstrem yang masih melanda wilayah Barito Selatan.
“Kami terus melakukan pemantauan titik panas, patroli di wilayah rawan, serta mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan. Kekeringan ekstrem ini juga berdampak pada ketersediaan air bersih di beberapa wilayah, sehingga kami juga menyiapkan langkah antisipasi distribusi air bersih bagi warga yang membutuhkan,” jelas Agus In’ Yulius.
Pemkab Barsel juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pencegahan karhutla, dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, segera melaporkan kepada aparat setempat jika menemukan titik api, serta menjaga lingkungan dari potensi kebakaran.
Melalui perpanjangan status tanggap darurat ini, Pemkab Barito Selatan berharap upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla serta kekeringan ekstrem dapat berjalan lebih optimal, sehingga masyarakat dapat terlindungi dan aktivitas perekonomian serta kesehatan masyarakat tetap terjaga di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus.(riz)







