Barito Selatan

2 Nopember Pembelajaran Tatap Muka Dimulai

BaritoNews
1
×

2 Nopember Pembelajaran Tatap Muka Dimulai

Sebarkan artikel ini

BNews, Buntok – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) kembali mengambil langkah untuk memulihkan aktivitas pendidikan setelah kondisi kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

Bupati Barsel Eddy Raya Samsuri, melalui Surat Edaran Nomor 1970/DISDIK/X/2026 tertanggal 30 Oktober 2026, menetapkan bahwa seluruh kegiatan pembelajaran pada jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP di wilayah Kabupaten Barito Selatan kembali dilaksanakan secara tatap muka mulai 2 November 2026.

Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi para peserta didik, tenaga pendidik, dan orang tua yang selama masa kabut asap harus menyesuaikan aktivitas pendidikan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Belajar Dari Rumah (BDR).

Pertimbangan utama kebijakan ini adalah hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Kabupaten Barito Selatan Sanggu pada 29 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB. Hasil pemantauan menunjukkan angka ISPU sebesar 90 atau berada dalam kategori Sedang.

Berdasarkan kondisi tersebut, kualitas udara dinilai masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan hasil evaluasi pelaksanaan PJJ dan BDR yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Barsel.

Dalam surat edaran itu, Bupati menginstruksikan agar pelaksanaan pembelajaran di seluruh satuan pendidikan kembali berjalan secara normal melalui sistem tatap muka sebagaimana mestinya.

Tidak hanya kegiatan belajar mengajar, aktivitas kedinasan guru dan tenaga kependidikan juga kembali mengikuti ketentuan normal. Pengaturan jam kerja, jadwal, dan lokasi presensi kehadiran kembali dilaksanakan seperti biasa, dengan pengaturan lebih lanjut oleh Kepala Dinas Pendidikan.

“Meskipun pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan, pemerintah daerah tetap mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kabut asap,” Jelasnya.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan, apabila kabut asap kembali pekat dan ISPU memasuki level berbahaya, pelaksanaan pembelajaran dapat kembali disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

“Langkah ini menunjukkan bahwa keberlangsungan pendidikan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, namun aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan juga harus menjadi prioritas,” harapnya

Dengan kembali dibukanya pembelajaran tatap muka, diharapkan proses pendidikan di Barsel semakin optimal. Para siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran secara langsung, membangun interaksi dengan guru dan teman sebaya, serta menjalankan aktivitas sekolah sebagaimana biasanya.

Pemkab Barsel juga mengharapkan seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali murid, dan masyarakat dapat mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Kembalinya aktivitas sekolah secara tatap muka diharapkan menjadi momentum pemulihan dunia pendidikan di Barito Selatan setelah menghadapi tantangan kabut asap akibat karhutla,” harapnya.(riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *