BNews. Buntok – Banjir yang melanda Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalteng nampaknya semakin meluas. Akibatnya sekolah-sekolah pun sebagian terendam oleh air banjir. Dengan kondisi demikian sehingga anak-anak tidak dapat bersekolah. Karenanya Pemkab Barsel melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan mengambil kebijakan untuk anak-anak belajar dari rumah.
Anggota Komisi III DPRD Barito Selatan H. Raden Sudarto atau yang lebih akrab disapa H. Alex mengatakan, pihaknya sangat mendukung kebijakan yang diambil oleh Pemkab Barsel melalui Dinas Pendidikan Barsel. Dalam hal ini yang perlu dicatat bahwa sekolah-sekolah yang terendam air tersebut tidak libur melainkan belajar dari rumah. Sehingga anak-anak tetap mendapatkan materi pelajaran dan tidak ketinggalan pelajaran
Karenanya guru-guru di sekolah yang kondisinya sedang banjir saat ini harus betul-betul memberikan bimbingan kepada anak didik melalui ponsel atau HP, agar anak-anak tersebut bisa belajar dari rumah dan guru-guru harus rutin memberikan pelajaran dan tugas supaya anak-anak tersebut tidak merasa sedang libur sekolah.
“Harus diberikan pemahaman betul-betul tentang bagaimana belajar dari rumah misalnya melalui Zoom atau melalui program lainnya. Sehingga mereka bisa tetap belajar dari rumah walaupun kondisi sekolah saat ini sedang kebanjiran. Sehingga anak-anak tersebut tidak dirugikan terkait dengan hilangnya jam pelajaran karena banjir akan tetapi tergantikan dengan belajar dari rumah, yang dipantau oleh bapak dan ibu guru melalui HP misalnya”, ujar H. Alex.
Ditambahkan H. Alex, begitu juga dengan guru-gurunya, jangan mentang-mentang sekolah kebanjiran, lantas merasa libur sekolah, tidak seperti itu. Harus benar-benar memberikan pelajaran jarak jauh terhadap anak didik mereka.
“Kita mendukung penuh apa yang menjadi kebijakan Pemkab Barsel dalam hal ini Dinas Pendidikan Barito Selatan, pada saat banjir seperti sekarang ini yaitu belajar dari rumah. Dinas Pendidikan Barsel memutuskan hal tersebut tentunya melalui kajian-kajian. Mereka juga sudah melakukan peninjauan lapangan banyak sekolah-sekolah yang kebanjiran. Kalau kita paksakan sekolah, ya kasihan anak-anak sehingga muncullah program belajar dari rumah. Kalau mereka sudah zoom misalnya, saya rasa mereka anak-anak didik tidak akan ketinggalan pelajaran. Sama seperti halnya pada zaman covid 19 dulu, anak-anak bisa belajar jarak jauh dari rumah”, ujar politisi PDIP ini. (rud)






