BNews, Buntok – Anggota DPRD Barito Selatan Purliani Thea meminta, kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dilingkup Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terkait, agar dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani di wilayah Barsel prosesnya bisa lebih dipermudah.
“Para petani terutama yang berada di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito mengalami kesulitan akibat jauhnya jarak tempuh untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut,” kata Purliani Thea, kepada wartawan, Senin, (3/11).
Ia juga mengatakan, hal itu disampaikan para petani saat dirinya bersama sejumlah anggota dewan melaksanakan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) I Barsel beberapa waktu, dimana selama ini para petani terutama yang berada di bantaran Sungai Barito khususnya di wilayah Kecamatan Dusun Selatan harus ke kantor balai benih di Desa Mangaris Kecamatan Dusun Selatan untuk bisa mendapat pupuk bersubsidi.
Dengan jauhnya jarak tempuh kurang lebih 20 kilometer dari Kota Buntok ini, membuat para petani harus mengeluarkan biaya dalam mengangkut pupuk bersubsidi itu.
Disamping mengeluarkan biaya angkut transportasi darat, para petani di bantaran sungai harus mengeluarkan biaya membeli bahan bakar minyak (BBM) dalam pengangkutan pupuk melalui jalur transportasi air dari Buntok menuju ke desa mereka, seperti ke Desa Tanjung Jawa yang hampir 90 persen masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Barito Selatan ini berharap instansi terkait dapat mempermudah petani dalam pengambilan pupuk bersubsidi tersebut. Kalau bisa, jarak tempuh dalam pengambilan pupuk diperpendek.
Paling tidak, para petani bisa mengambilnya di Buntok, kapan perlu, instansi terkait langsung menyalurkannya kepada para petani, sehingga petani tidak mengeluarkan biaya besar dalam mendapatkan pupuk bersubsidi ini.(riz)







