DPRD Barsel

80 Persen Warga Dangka Dan Tetei Lanan Berkebun Sawit

BaritoNews
196
×

80 Persen Warga Dangka Dan Tetei Lanan Berkebun Sawit

Sebarkan artikel ini

BNews, Buntok – Anggota DPRD Barito Selatan Purliani Thea mengatakan, hamper 80 persen warga Desa Dangka dan Desa Tetei Lanan Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan menggantungkan hidup dari kebun sawit.

“Karena itu kami berharap pemerintah daerah dapat membantu meringankan biaya operasional agar masyarakat lokal tetap bisa bersaing,” ujar Purliani Thea, kepada wartawan, usai melakukan reses di dapil I, Senin (3/11).

Politisi PDIP Barsel itu juga mengatakan, pada reses tersebut, pihaknya menerima aspirasi dan masukan dari masyarakat desa lainnya seperti  Di Desa Muara Talang, aspirasi warga mencakup pembangunan jalan desa, perbaikan jaringan pipa PDAM serta pengadaan kelotok dan rengge untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Sedangkan di Desa Dangka dan Tetei Lanan, warga menghadapi kendala biaya pembukaan lahan perkebunan sawit yang mencapai sekitar Rp 9,5 juta per hektare, belum termasuk biaya herbisida dan perawatan lainnya. Mereka berharap adanya bantuan rondap dan hexavator dari pemerintah, serta peningkatan jalan dan pemasangan penerangan (tiang listrik) di kawasan Jalan Paulus Gentung.

Selain itu, masyarakat di sejumlah desa juga mengharapkan perhatian terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, dan keagamaan, serta bantuan bibit ternak untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Purliani juga menegaskan, kegiatan reses merupakan tanggung jawab moral dan konstitusional anggota DPRD untuk memastikan pembangunan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin setiap pembangunan membawa dampak langsung bagi warga. Semua aspirasi akan kami catat dan prioritaskan sesuai tingkat urgensinya,” tegasnya.

Namun ia juga mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah pada tahun anggaran 2026 cukup menantang, mengingat adanya pengurangan alokasi dana dari pemerintah pusat lebih dari setengah triliun rupiah.

“Kondisi ini tentu berpengaruh pada kemampuan keuangan daerah. Karena itu, kami berharap masyarakat dapat memahami jika tidak semua usulan bisa direalisasikan sekaligus. Pemerintah akan memprioritaskan program yang paling mendesak dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.(riz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *